Senin, 05 Mei 2014

Analisa, perencanaan,pelaksanaan, dan Evaluasi E-learning


Analisa, perencanaan,pelaksanaan, dan Evaluasi E-learning



Analisa
sebelum merencanakan pembelajaran E-Learning, perlu mempertimbangkan beberapa aspek yang dapat mempengaruhi jalannya pembelajaran E-learning kedepannya, diantaranya :
1.      Berapa biaya mengkonversikan kegiatan pembelajaran di dalam kelas ke dalam format electronic multimedia?
2.      Perlukah semua kegiatan belajar dikonversi?
3.      Melakukan konversi sendiri atau minta bantuan?
4.      Bagaimana memeriksa efetifitas proses konversi?
5.      Siapa manusia yang terlibat dalam penerimaan perubahan?
6.      Bagaimana mengimplementasikan konversi yang terbaik?
7.      Apakah manfaat yang diperoleh dalam pengkonversian dalam bentuk e-learning?
Perencanaan
Dalam perencanaan Sistem e-learning terlebih dulu melalui proses-proses tertentu, yakni :
1.      Perlu diadakan analisis kebutuhan
2.      Melakukan studi kelayakan, dengan komponen penilaian
·         Apakah secara teknis dapat dilaksanakan ?
·         Apakah secara ekonomis menguntungkan ?
·         Apakah penggunaan e-learning diterima masyarakat ?
3.      melakukan Perencanaan Sistem e-learning meliputi ketersediaan:
1.      Infrastruktur
2.       Software
3.       Materi Ajar
4.       Expert Sistem
5.       Guru / Dosen
6.       Biaya
Pelaksanaan
Dalam pelaksanaannya terdapat beberapa strategi pelaksanaan model pembelajaran e-learning, setidaknya terdapat empat model yang dapat digunakan dalam pelaksanaan e-learning di lembaga-lembaga Formal. Setiap model yang digunakan mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. Pemilihan bergantung kepada infrastruktur telekomunikasi dan peralatan yang tersedia di sekolah. Model-model tersebut ialah:

1.      Selective Model
Jika jumlah komputer sangat terbatas, ia dapat ditunjukkan kepada siswa sebagai bahan demontrasi saja. Jika ada beberapa komputer, siswa diberi peluang untuk mendapat sedikit pengalaman hands-on.

2.      Sequential Model
Jika jumlah komputer sedikit, siswa dalam kelompok kecil bergerak dari satu set sumber informasi ke sumber yang lain. Bahan e-learning digunakan sebagai bahan rujukan atau bahan informasi baru. Jika terdapat beberapa komputer, siswa diberi peluang untuk mendapatkan pengalaman hands-on.

3.      Static Station Model
Jika jumlah komputer sedikit, guru mempunyai beberapa sumber berbeda untuk mencapai objektif pembelajaran yang sama. Bahan e-learning digunakan oleh beberapa kelompok siswa manakala siswa lain menggunakan sumber yang lain untuk mencapai tujuan pembelajaran yang sama.

4.      Laboratory Model
Jika jumlah komputer mencukupi untuk semua siswa, maka bahan e-learning dapat digunakan oleh semua siswa sebagai bahan pembelajaran mandiri. Model ini boleh digunakan jika sekolah mempunyai perangkat komputer yang dilengkapi dengan jaringan internet
Evaluasi
Dalam pengukuran evaluasi e-learning dapat digunakan alat ukur yang sama dengan pembelajaran dikelas. Oleh karena itu, tidak perlu mengembangkan atau menerapkan teori baru untuk mengukur keberhasilan e-learning, hanya perlu meneruskan sistem yang sudah ada dan sudah diterapkan dalam pembelajaran di kelas selama ini dengan mengembangkan alat-alat teknologi sebagai media evaluasi e-learning.


            Evaluasi dapat dilakukan pada tiga waktu, yaitu (Timothy, 2000: 220-221):

1.   Sebelum proses pembelajaran (before)
Evaluasi ini dilakukan sebelum proses pembelajaran berlangsung dan berfungsi untuk mengukur potensi pelajar tentang materi yang akan disampaikan, sehingga instruktur dapat menganalisis kebutuhan pelajar berdasarkan latar belakang pengetahuan yang telah dimiliki.

2.   Pada saat proses pembelajaran (during)
Evaluasi ini bertujuan mengukur dan menganalisis proses pembelajaran serta merevisinya menjadi lebih baik.

3.   Setelah proses pembelajaran (after)
Evaluasi yang dilakukan setelah proses pembelajaran berfungsi untuk mengukur efektifitas dan efisiensi proses pembelajaran yang telah berlangsung demi perbaikan di masa yang akan datang.




teknologi pendidikan menurut AECT 1977


Senin, 24 Februari 2014

METODE SEBAGAI PENGARUH DARI KURIKULUM SEBAGAI JANTUNG PENDIDIKAN



Para pengembang (developers) telah menemukan beberapa pendekatan dalam pengembangan kurikulum. Yang dimaksudkan pendekatan adalah cara kerja dengan menerapkan straegi dan metode yang tepat dengan mengikuti langkah-langkah pengembangan yang sistimatis agar memperoleh kurikulum yang lebih baik.Pendekatan-pendekatan yang dikembangkan para pengembang adalah :

  • Pendekatan Bidang Studi (Pendekatan Subjek atau Disiplin Ilmu) 
Pendekatan ini menggunkan bidang studi atau matapelajaran sebagai dasar organisasi kurikulum, misalnya matematika ,sains,sejarah,IPA,dan lainya.
Pengembangan dimulai dengan mengidentifikasi secara teliti pokok-pokok bahasan yang akan dibahas,kemudian poko-pokok bahasan tersebut diperinci menjadi bahan-bahan pelajaran yang harus dikuasai,dan akhirnya mengidentifikasi dan mengurutkan pengalaman belajar fdan ketrampilan –ketrampilan yang harus dilakukan anak didik.

  • Pendekatan berorentasi pada tujuan 
Pendekatan yang berorentasi tujuan ini menempatkan rumusan atau penempatan tujuan yang hendak dicapai dalam posisi sentral, sebab tujuan adalah pemberi arah dalam pelaksanaan proses belajar mengajar. Tujuan matematioka misalnya sama dengan konsep dasar dan disiplinilmu matematika . Prioritas pendekatan ini adalah penalaran Pengewtahuan.
Kelebihan pendekatan pengembangan kurikulum yang berorientasi pada tujuan adalah ;
  • Tujuan yang ingin dicapai jelas bagi penyusun kurikulum.
  • Tujuan yang jelas akan meberikan arahan yang jelas pula didalam menerapkan materi pelajaran,metode,jenis kegiatan,dan alat yang dipergunakan unbtuk mencapai tujuan.
  • Hasil penilaian yang terarah
Pendekatan dan metode yang COCOK dengan Kurikulum 2013:

1.      Pembelajaran dengan Pendekatan Ilmiah.
2.      Pendekatan Pembelajaran Kontekstual.
3.      Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah.
4.      Pendekatan Pembelajaran Berbasis Proyek.
5.      Pendekatan Pembelajaran Kooperatif
6.      Pendekatan Pembelajaran Komunikatif

Sabtu, 22 Februari 2014

animasi, definisi dan fungsinya dalam pembelajaran



Animasi dan Manfaatnya dalam pembelajaran
Animasi
Animasi adalah kumpulan gambar yang diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan gambar bergerak. Pergerakan gambar itu dibentuk dengan menampilkan urutan gambar yang berubah sedikit demi sedikit pada kecepatan yang tinggi, sehingga menghasilkan objek gambar statik yang dapat bergerak seperti hidup. Gambar atau objek yang dimaksud dalam definisi di atas bisa berupa gambar manusia, hewan, maupun tulisan. Pada proses pembuatannyam sang pembuat animasi atau yang lebih dikenal dengan animator harus menggunakan logika berfikir untuk menentukan alur gerak suatu objek dari keadaan awal hingga keadaan akhir objek tersebut. Perencanaan yang matang dalam perumusan alur gerak berdasarkan logika yang tepat akan menghasilkan animasi yang menarik untuk disaksikan.
Animasi juga bisa diartikan merupakan suatu teknik menampilkan gambar berurut sedemikian rupa sehingga penonton merasakan adanya ilusi gerakan (motion) pada gambar yang ditampilkan. Secara umum ilusi gerakan merupakan perubahan yang dideteksi secara visual oleh mata penonton sehingga tidak harus perubahan yang terjadi merupakan perubahan posisi sebagai makna dari istilah ‘gerakan’. Perubahan seperti perubahan warna pun dapat dikatakan sebuah animasi.
Manfaat Animasi Dalam Pembelajaran
1.      Media Animasi dalam pembelajaran mampu menyampaikan sesuatu konsep yang kompleks secara visual dan dinamik.
2.       Media Animasi digital mampu menarik perhatian pelajar dengan mudah. Animasi mampu menyampaikan suatu pesan dengan lebih baik dibanding penggunaan media yang lain.
3.      Animasi digital juga dapat digunakan untuk membantu menyediakan pembelajaran secara maya.
4.      Media Animasi dalam pembelajaran mampu menawarkan satu media  yang lebih menyenangkan. Animasi mampu menarik perhatian, meningkatkan motivasi serta merangsang pemikiran pelajar yang lebih berkesan.
5.      Persembahan secara visual dan dinamik yang disediakan oleh teknologi animasi mampu memudahkan dalam proses penerapan konsep atau pun demonstrasi.